0895 4108 90833 info@promowulingbali.com

Di awal kemunculan mobil belum menggunakan teknologi ini, karena adanya keterbatasan teknologi pada masa itu. Untuk klakson saja menggunakan bel/lonceng dan lampu depan menggunakan tenaga gas. Baru semenjak tahun 1971 baterai untuk mobil mulai diciptakan.

Jenis aki pun sudah mulai beragam semenjak itu. Setiap produsen otomotif memungkinkan agar mobilnya bisa disuplai tenaga dari aki kering atau pun basah, tergantung kebutuhan pemilik/pengguna kendaraan. Selain itu, jenis aki sendiri ada yang primer (sekali pakai, kemudian buang) dan sekunder (bisa diisi ulang). Bagi yang sudah akrab dengan permesinan mobil dan memang pecinta otomotif mungkin hal ini sudah tidak asing, namun bagi Keluarga Wuling yang baru mulai mengenal otomotif, ini adalah artikel yang bermanfaat agar bisa memilih aki dengan benar.

Sebagai perkenalan, baterai basah mendapatkan tenaganya dari elektrolit cair, sementara aki kering mendapatkan tenaganya dari zat berbentuk pasta/gel. Kedua zat ini sama-sama merendam sel aki agar tetap bertenaga. Walaupun begitu masing- masing memiliki kelebihannya sendiri yang perlu Keluarga Wuling pahami dari kisaran harga, cara perawatan, dan yang cocok dengan gaya berkemudi Anda.

Aki Konvensional

Saat pertama kali dibeli, aki ini akan dalam keadaan kering, dan kemudian perlu diisi dengan cairan elektrolit untuk merendam selnya. Karena wujudnya yang cair, maka lebih mungkin bagi cairan elektrolit ini untuk menguap di kondisi tertentu; misalnya saat suhu udara panas atau dikarenakan panasnya mesin mobil. Menyadari kondisi ini, maka pemakai mobil harus ekstra rajin mengecek kadar cairan di dalam aki dan mengukur kadar batas upper dan lower levelcairan elektrolitnya. Jika Anda membutuhkan baterai untuk mobil yang tahan lama dan bisa dipakai untuk jangka waktu yang sangat panjang, maka aki basah adalah pilihan yang tepat. Namun, harus diingat mengenai perawatannya yang ekstra telaten.

Aki MF

Istilah aki MF atau maintenance-free kini mulai dikenal kalangan pecinta otomotif untuk menyebut aki kering – dikarenakan sifatnya yang butuh sedikit sekali perawatan dibanding saudara tuanya si aki konvensional (basah). Seperti yang sudah disebutkan di atas, sel aki jenis ini juga perlu direndam tipe zat yang membantunya untuk dapat terisi tenaga, bedanya zat pada aki MF ini berjenis gel. Jika Keluarga Wuling sering berkendara di area yang jalannya berantakan, sehingga menimbulkan getaran dan guncangan yang cukup sering dan kuat, maka aki MF ini adalah pilihan yang tepat, karena jika zat perendam selnya basah/cair, maka lebih mungkin risiko tumpahan cairan kimia terjadi di saat perjalanan. Masa hidup aki MF ini tergantung dari sisa gel di dalamnya; umumnya aki jenis ini mampu bertahan antara setahun hingga setahun setengah, bahkan bisa dua tahun dengan kondisi perawatan yang tidak perlu bolak balik diisi cairan. Jadi jika mobil Anda menggunakan jenis aki MF ini, Anda bisa menggunakannya sampai benar-benar habis, atau soak, baru kemudian menggantinya dengan yang baru. Dari sisi harga memang lebih mahal, namun sepertinya lebih nyaman dengan minimnya perawatan dibanding yang harus Anda lakukan terhadap aki konvensional (basah).

Selain kini Keluarga Wuling memiliki pilihan baru dalam mengendarai MPV dengan hadirnya Cortez, pilihan aki yang tepat untuk mendukung sarana berkendara Anda juga kini bisa dijadikan pertimbangan lebih lanjut. Salam Drive for a Better Life!

1
Hallo, Selamat Datang.

Dapatkan Promo dan Penawaran Spesial Dari Kami.
Mau Dp Rendah & Angsuran Ringan?

Hubungi Kami!!
Powered by